First Trip of 2017

Berawal dari rencana yang super dadakan hari kemarin aku, Obe, Alif, Alfi, dan Faizal pun pergi jalan-jalan keliling Pandeglang. Ini bener-bener keliling Pandeglang karena kenyataan bahwa Pandeglang di hari itu macet luar biasa dimana-mana (Kadubanen, Banjar, Batubantar, Saketi, Cikedal, Menes, Anyer, Labuan berhasil dilewati dengan kemacetan). Tapi baru kali itu aku ngerasa enggak bosen sama sekali dengan kemacetan. Secara di mobil ada orang-orang yang dari dulu sampai sekarang masih aja tetep sableng, dan secara… aku enggak capek nyetir haha

Jadi hari Minggu kemarin itu emang enggak ada rencana ngapa-ngapain di rumah. Tiba-tiba paginya dapat telfon dari Alif yang ngabarin kalau dia udah ada di Rangkasbitung mau jalan sama Obe dan Faizal ke rumah Alfi. Aku yang emang jobless langsung bilang oke pas diajak ikut dan akhirnya diculik sama mereka. Tujuan ke Pandeglang nya sih kita cuma mau ke rumah Alfi, terus makan, lalu pulang lagi. Enggak ada niatan sama sekali untuk keliling Pandeglang.

Tapi ya gitu, di hari terakhir liburan tahun baru kita pergi ke kota wisata, alhasil sejak perbatasan Pandeglang-Rangkasbitung udah macet. Tapi saat itu masih enjoy karena masih semangat ngobrol tentang update kehidupan masing-masing. Faizal yang udah pindah tempat kerja ke Ciputat (enggak lagi jadi anak Medan!) plus tambah gemuk, Obe yang udah gembira karena kerjaan dan pacar barunya, Alif yang… udah lah doanya semoga makin diyakinkan aja haha. 

Saat itu, pertama kalinya semobil sama mereka enggak lagi ngomongin CM, enggak lagi ngomongin temen-temen yang lain, enggak lagi ngomongin kuliah (yaiyalah udah buluq banget). Obrolan kita jadi terupgrade ke masalah pernikahan dan kehidupan kedepannya. Pertama kalinya aku ditanya mereka masalah perspektif perempuan dalam suatu hubungan, apa yang enggak perempuan suka, apa yang jadi tanggung jawabnya dalam rumah tangga. Saat itu pun aku pakai juga untuk bertanya banyak hal soal laki-laki. Dari mulai standar minimal laki-laki baik, apa yang laki-laki cari dari seorang perempuan, apa yang jadi tanggung jawab laki-laki dalam keluarga, daan banyakkk lagi. Obrolan di kemacetan itu bener-bener ngasih banyak informasi kehidupan haha

Setelah sampai di Pandeglang, after 3 hours of random yet qualified talk (udah enggak paham lagi Rangkasibitung-Pandeglang yang biasanya cuma 1 jam, ini jadi 3 jam), kita sampai di Pandeglang, di rumah Alfi, di Batubantar. Dari rumah Alfi kita langsung cari makan setelah beberapa kali puter arah karena super macet kemana-mana. Akhirnya dapat tempat makan di daerah Labuan jam 5 sore. Enggak lama, abis makan itu kita langsung jalan pulang, tapi karena arah jalan pulang juga macet akhirnya kita lebih milih ke rumah Syifa dulu (pacarnya Obe, yang rumahnya di daerah Menes). Thank to Syifa banget hari itu kita bisa istirahat dan solat dulu di rumahnya yang superrrr hommy. Para supir wkwk bisa istirahat dan makan banyak karena Syifa dengan baiknya give her best home-service. Sekitar jam 9 malam akhirnya kita pamit karena Alfi harus ke rumah sakit jenguk saudaranya, Alif yang juga harus pulang ke rumah di Tangerang, aku, Obe, dan Faizal yang juga harus pulang ke rumah.

Di perjalanan pulang daaaaan kita pun terjebak macet lagi di daerah Anyer. Enggak gerak sama sekali! Sampai jam 12 malam kita enggak bisa keluar daerah Anyer. Awalnya sih masih enjoy-enjoy aja karena obrolan tadi siang dilanjut lagi dengan tambahan narasumber Alfi. Tapi akhirnya lama-lama nyerah dan milih balik lagi ke rumah Alfi untuk nginep dan baru pulang besok pagi. Semua plan pun berantakan karena macet.

But seriously I had a super quality time. Perjalanan berjam-jam di mobil bareng mereka bikin aku senang luar biasa. Senang karena setelah 10 tahun kita masih bisa tetep main bareng. Mereka yang enggak berubah sama sekali meskipun udah jadi bos-bos di kehidupannya masing-masing. Meskipun aku cuma cewek seorang, malem-malem masih di jalan tapi ngerasanya aman aja. Pas izin ke orangtua juga enggak terlalu merasa berdosa karena sebelumnya Obe dan Alif sempet izin ke mama untuk ngajak aku main. 

The other things I learn that night, bahwa semakin kita dewasa semakin banyak tanggung jawab yang harus kita jalani. Mereka yang sangat paham apa tanggung jawab laki-laki ke depannya. Mereka yang sibuk menabung, sibuk cari tempat bayar zakat penghasilan, sibuk ngobrolin asuransi dan deposito yang paling berpropek, sampai ke sibuk nanya film-film Marvels.
They show their charm. So for the girls who currently dating these guys, seriously you should be proud! They are definitely reliable and good packaging in person wkwk (promo terdope 2017)

Hari itu meskipun capek lama-lama di mobil, dari mulai plan A to Z, dari mulai lagu Rizky Febian sampai lagu Adele yang dicover Obe, dari mulai tebak-tebakan berat badan sampai tebak-tebakan kapan nikah, dari mulai cerita promote kantor sampai cerita samapta, dari mulai humor receh 212 sampai pertanyaan receh “Ada Band masih ada gak sih?”, dari mulai Ubud (?) sampai Nagreg (re:Saketi), dari mulai supir Obe-Alif-Alfi-Alif balik lagi ke Obe, dari mulai  eskopi sampai estehtawar_, dan semuanya dari mulai 2007 sampai 2017.

Aku sadar kita emang enggak muda lagi. Tapi semoga cerita-cerita manis ini bisa jadi pelengkap masa-masa sebelum kita memasuki dunia yang sebenarnya. Dunia… rumah tangga.

See you in the next trip (Pangandaran?), best buddies!

karena kelamaan di mobil kita enggak sempat banyak foto (sad). Tapi seenggaknya kita bisa lihat Ubud versi Banten hahaha

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s