This world is totally…..

Beberapa hari yang lalu aku sempat kesal dengan driver Gojek yang membuatku berpikir “Waah ada modus baru penipuan nih.” Meskipun awalnya aku berprasangka baik, masa sih sekelas perusahaan Gojek ada driver yang mengecewakan begini, seharusnya driver tahu standar operasional Gojek bagaimana. Sampai akhirnya aku pun memutuskan menghubungi customer service Gojek Indonesia via twitter dan langsung direspon dengan sangat baik. Aku enggak tahu laporan ini akan tindaklanjuti atau tidak oleh PT.Gojek, akupun enggak terlalu memusingkan, aku serahkan sepenuhnya ke pihak terkait saja, yang penting pihak Gojek tahu bahwa ada driver yang seperti itu.

Di malam hari seusai sejadian dengan driver Gojek tersebut, akhirnya aku pun dengan sengaja men-stalk twitter official PT.Gojek Indonesia. Ternyata enggak cuma aku yang komplain, banyak. Tapi kebanyakan yang komplain terkait sistem yang bermasalah, dan komplain dari driver. Ada satu aku driver yang akhirnya ku stalk, driver tersebut komplain masalah user palsu dari customer. Katanya hal itu bisa merugikan driver juga.

Akupun merenung, agak menyesal sudah melaporkan si bapak driver tadi siang dengan modusnya disaat yang bersamaan banyak juga driver gojek yang kena tipu pengguna atau driver yang kena suspend tanpa alasan yang jelas karena laporan reputasi yang buruk tanpa tahu laporan itu dari siapa. Tapi disisi lain kalau hal kecil dibiarkan nantinya modus akan terus berulang dan akan semakin banyak dirugikan. Entah si bapak driver itu memang sangat butuh uang sampai tega memodusi pelanggan tapi seharusnya tidak seperti itu. Kejujuran adalah modal. Satu driver yang culas hal itu akan berdampak pada perusahaan dan pada reputasi driver lainnya.

Why people just want to get something instantly? Then forget, there is always something more valuable behind it. A blessing.  

Aku sering berpikir, kalau sampai manusia di dunia ini dengan mudahnya menipu maka nilai kemanusiaan akan turun. Kita akan terus menerus menaruh curiga saat ada seseorang meminta tolong di jalan karena banyaknya kasus perampokan atau penipuan dengan modus seperti ini. Bagaimana jika seseorang tersebut benar-benar butuh pertolongan? Dan kita mengabaikannya dengan alasan berhati-hati.

Di hari yang sama, temanku pun kecopetan di sebuah angkot dengan modus pencuri adalah mahasiswa salah satu kampus teknik bergengsi di Bandung yang pulang sehabis kuliah sambil membawa maket tugas. Maket yang besar itu otomatis menutupi tas-tas pengguna angkot yang lainnya dan menjadi kesempatan yang sangat mudah untuk mengambil barang di tas seseorang. Temanku pun enggak menaruh curiga sama sekali karena penampilan pencopet layaknya mahasiswa biasa.

Lihat? Betapa banyaknya kasus kejahatan diperlihatkan, seperti tidak ada rasa bersalah dari pelaku hingga tega menipu dan mendapatkan barang yang bukan haknya berulang-ulang. Setiap kesempatan yang ada mungkin dipikirkan dan dipelajari lalu digunakan untuk melakukan kejahatan. Itu hanya 2 cerita yang terjadi beberapa hari yang lalu. Sebelumnya aku sering mendengar cerita kejahatan lain yang sampai membuatkan bilang, “Ko bisa ya…” Kalau sudah begini siapa yang salah? Kalau sudah begini masih adakah yang harus disalahkan? Status pendidikan, ekonomi? Masalahnya akan menjadi semakin panjang. Kalau sudah begini masih adakah orang yang dapat kita percayai?

Mungkin, sebagai manusia biasa kita perlu lebih berhati-hati. Mari kita tanamkan ke generasi selanjutnya bahwa nothing worth having comes easy, kalau lo mau kaya lo harus belajar, sekolah yang bener, kerja yang giat. Engak ada ceritanya orang tiba-tiba kaya, pengen enaknya aja. Enggak pernah ada keberkahan dengan cara yang kotor.

Then, say it, obviously, this world is cruel, kids. 

Visiting Art Gallery

Gak tau harus ceritain apa di update sekarang, yang jelas bahagia banget bisa mengunjungi art gallery milik Nyoman Nuarta hari Sabtu kemarin. Gallery ini katanya baru dibangun dan pas aku kesana pun masih ada beberapa spot yang masih dibangun. Seriously, untuk yang lagi ke Bandung atau tinggal di Bandung harus banget ke gallery ini. Aku yang sama sekali enggak ngerti seni (aku hanya penikmat aja) selalu too excited saat ngeliat semua artwork di gallery milik seniman lulusan ITB ini. Canggih semua. Parah bagusnya. Semuanya tertata dan super artsy. Bahkan kursi untuk nunggu di mushola pun dibentuk nyeni banget. Kupikir, daripada bermacet-macetan ke Lembang cobain deh mainnya ke Nu Art Sculpture Park.

Jadi sebenernya tempatnya itu dinamakan park karena memang didesain mirip rumah dan taman banget, ada teater terbukanya, banyak pohon-pohon dan bunga-bunga indah. Nu Art sendiri diambil dari si pemilik gallery yaitu Nyoman Nuarta, salah satu seniman Indonesia dibidang sculpture (hasil googling haha). Aku pun enggak terlalu paham sculpture itu apa, yang kulihat di art gallery itu sih serupa seni kriya yang dibentuk dari besi-besi atau kawat-kawat gitu. Enchanted artwork banget pokoknya. Tapi ternyata di art gallery ini enggak cuma ada sculpture hasil karyanya Nuarta aja. Dilantai 2 dan 3 banyak banget hasil karya seniman-seniman lainnya dan semuanya… Amazing!

Art gallery ini berlokasi di Komplek Setraduta, salah satu kawasan elit di Bandung, katanya sih rumahnya Nuarta emang disitu. Tajir banget kan ya Pa Nuarta itu bahkan sampai bisa bikin art gallery sendiri haha. But the most important, untuk kesini bisa dipastikan bebas macet. So menurutku ini bisa jadi destinasi yang seru banget kan? Tiket masuknya pun murah banget cuma 55k untuk umum, tapi untuk yang masih pelajar (bahkan aku pun cuma nunjukin kartu tanda mahasiswa) cuma bayar 25k. Murah banget untuk ukuran art gallery yang super gede dan brilian.

And here i snapped some of the artwork. Incredibly awesome!

 

First Trip of 2017

Berawal dari rencana yang super dadakan hari kemarin aku, Obe, Alif, Alfi, dan Faizal pun pergi jalan-jalan keliling Pandeglang. Ini bener-bener keliling Pandeglang karena kenyataan bahwa Pandeglang di hari itu macet luar biasa dimana-mana (Kadubanen, Banjar, Batubantar, Saketi, Cikedal, Menes, Anyer, Labuan berhasil dilewati dengan kemacetan). Tapi baru kali itu aku ngerasa enggak bosen sama sekali dengan kemacetan. Secara di mobil ada orang-orang yang dari dulu sampai sekarang masih aja tetep sableng, dan secara… aku enggak capek nyetir haha

Jadi hari Minggu kemarin itu emang enggak ada rencana ngapa-ngapain di rumah. Tiba-tiba paginya dapat telfon dari Alif yang ngabarin kalau dia udah ada di Rangkasbitung mau jalan sama Obe dan Faizal ke rumah Alfi. Aku yang emang jobless langsung bilang oke pas diajak ikut dan akhirnya diculik sama mereka. Tujuan ke Pandeglang nya sih kita cuma mau ke rumah Alfi, terus makan, lalu pulang lagi. Enggak ada niatan sama sekali untuk keliling Pandeglang.

Tapi ya gitu, di hari terakhir liburan tahun baru kita pergi ke kota wisata, alhasil sejak perbatasan Pandeglang-Rangkasbitung udah macet. Tapi saat itu masih enjoy karena masih semangat ngobrol tentang update kehidupan masing-masing. Faizal yang udah pindah tempat kerja ke Ciputat (enggak lagi jadi anak Medan!) plus tambah gemuk, Obe yang udah gembira karena kerjaan dan pacar barunya, Alif yang… udah lah doanya semoga makin diyakinkan aja haha. 

Saat itu, pertama kalinya semobil sama mereka enggak lagi ngomongin CM, enggak lagi ngomongin temen-temen yang lain, enggak lagi ngomongin kuliah (yaiyalah udah buluq banget). Obrolan kita jadi terupgrade ke masalah pernikahan dan kehidupan kedepannya. Pertama kalinya aku ditanya mereka masalah perspektif perempuan dalam suatu hubungan, apa yang enggak perempuan suka, apa yang jadi tanggung jawabnya dalam rumah tangga. Saat itu pun aku pakai juga untuk bertanya banyak hal soal laki-laki. Dari mulai standar minimal laki-laki baik, apa yang laki-laki cari dari seorang perempuan, apa yang jadi tanggung jawab laki-laki dalam keluarga, daan banyakkk lagi. Obrolan di kemacetan itu bener-bener ngasih banyak informasi kehidupan haha

Setelah sampai di Pandeglang, after 3 hours of random yet qualified talk (udah enggak paham lagi Rangkasibitung-Pandeglang yang biasanya cuma 1 jam, ini jadi 3 jam), kita sampai di Pandeglang, di rumah Alfi, di Batubantar. Dari rumah Alfi kita langsung cari makan setelah beberapa kali puter arah karena super macet kemana-mana. Akhirnya dapat tempat makan di daerah Labuan jam 5 sore. Enggak lama, abis makan itu kita langsung jalan pulang, tapi karena arah jalan pulang juga macet akhirnya kita lebih milih ke rumah Syifa dulu (pacarnya Obe, yang rumahnya di daerah Menes). Thank to Syifa banget hari itu kita bisa istirahat dan solat dulu di rumahnya yang superrrr hommy. Para supir wkwk bisa istirahat dan makan banyak karena Syifa dengan baiknya give her best home-service. Sekitar jam 9 malam akhirnya kita pamit karena Alfi harus ke rumah sakit jenguk saudaranya, Alif yang juga harus pulang ke rumah di Tangerang, aku, Obe, dan Faizal yang juga harus pulang ke rumah.

Di perjalanan pulang daaaaan kita pun terjebak macet lagi di daerah Anyer. Enggak gerak sama sekali! Sampai jam 12 malam kita enggak bisa keluar daerah Anyer. Awalnya sih masih enjoy-enjoy aja karena obrolan tadi siang dilanjut lagi dengan tambahan narasumber Alfi. Tapi akhirnya lama-lama nyerah dan milih balik lagi ke rumah Alfi untuk nginep dan baru pulang besok pagi. Semua plan pun berantakan karena macet.

But seriously I had a super quality time. Perjalanan berjam-jam di mobil bareng mereka bikin aku senang luar biasa. Senang karena setelah 10 tahun kita masih bisa tetep main bareng. Mereka yang enggak berubah sama sekali meskipun udah jadi bos-bos di kehidupannya masing-masing. Meskipun aku cuma cewek seorang, malem-malem masih di jalan tapi ngerasanya aman aja. Pas izin ke orangtua juga enggak terlalu merasa berdosa karena sebelumnya Obe dan Alif sempet izin ke mama untuk ngajak aku main. 

The other things I learn that night, bahwa semakin kita dewasa semakin banyak tanggung jawab yang harus kita jalani. Mereka yang sangat paham apa tanggung jawab laki-laki ke depannya. Mereka yang sibuk menabung, sibuk cari tempat bayar zakat penghasilan, sibuk ngobrolin asuransi dan deposito yang paling berpropek, sampai ke sibuk nanya film-film Marvels.
They show their charm. So for the girls who currently dating these guys, seriously you should be proud! They are definitely reliable and good packaging in person wkwk (promo terdope 2017)

Hari itu meskipun capek lama-lama di mobil, dari mulai plan A to Z, dari mulai lagu Rizky Febian sampai lagu Adele yang dicover Obe, dari mulai tebak-tebakan berat badan sampai tebak-tebakan kapan nikah, dari mulai cerita promote kantor sampai cerita samapta, dari mulai humor receh 212 sampai pertanyaan receh “Ada Band masih ada gak sih?”, dari mulai Ubud (?) sampai Nagreg (re:Saketi), dari mulai supir Obe-Alif-Alfi-Alif balik lagi ke Obe, dari mulai  eskopi sampai estehtawar_, dan semuanya dari mulai 2007 sampai 2017.

Aku sadar kita emang enggak muda lagi. Tapi semoga cerita-cerita manis ini bisa jadi pelengkap masa-masa sebelum kita memasuki dunia yang sebenarnya. Dunia… rumah tangga.

See you in the next trip (Pangandaran?), best buddies!

karena kelamaan di mobil kita enggak sempat banyak foto (sad). Tapi seenggaknya kita bisa lihat Ubud versi Banten hahaha